TOP

AWF Luncurkan Tur Safari Virtual, Soroti Pentingnya Konservasi di Masa Pandemi

African Wildlife Foundation (AWF) telah meluncurkan serangkaian tur safari virtual. Tur ini tak hanya memberikan gambaran tentang pengalaman safari yang sesungguhnya, namun juga menawarkan kesempatan untuk mempelajari langsung dampak pandemi terhadap satwa liar dan komunitas lokal. 

 

Episode pertama dari serial tersebut diluncurkan pertama kalinya pada Oktober 2020 lalu dengan safari virtual ke Tanzania. Keberhasilan episode tersebut membuat AWF kemudian meluncurkan tur safari lain, yakni tur berpemandu ke Uganda pada 28 Januari, serta tur ke Zimbabwe pada Maret mendatang. 

 

 

Manajer Program Safari AWF Carter Smith mengakui rangkaian tur ini pertama kali diluncurkan untuk anggota organisasi mereka maupun wisatawan. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari kalau tur ini juga memiliki manfaat bagi para pelaku pariwisata. 

 

“Tur virtual ini tak hanya merupakan cara kami untuk mengajak para pelancong melakukan perjalanan safari secara daring di masa pembatasan perjalanan global, namun juga untuk menunjukkan solidaritas dengan mitra kami di industri safari dan memperlihatkan pekerjaan penting yang sedang kami lakukan,” ujarnya.

 

Selain meningkatkan kesadaran, program safari virtual ini juga diluncurkan sebagai bagian dari strategi baru AWF yang dicanangkan 2020 lalu, yakni konservasi. Saat ini, investasi untuk konservasi masih terbatas pada satwa dan alam liar. AWF percaya kalau investasi tersebut harus dialihkan ke ekosistem yang lebih besar. 

 

 

Di Afrika memang masih banyak daerah yang sangat bergantung pada pariwisata. Akibatnya, ketika turis menurun drastis, jumlah perburuan satwa liar maupun konflik antara manusia dengan satwa liar pun meningkat. Hal ini kemudian mengarah ke masalah besar lainnya, yakni melonggarnya komitmen masyarakat setempat terhadap konservasi karena pendapatan mereka yang berkurang. 

 

Selama tiga tahun ke depan, AWF berharap mendapatkan investasi untuk program konservasi di Uganda dan Zimbabwe, tempat tur virtual digelar, selain juga Kamerun dan Kenya. Harapannya, program tersebut dapat membantu habitat satwa liar yang ada di sana, selain juga mendukung komunitas lokal.