TOP

BSBCC Luncurkan Tur Virtual Bersama Beruang Madu

Saking cintanya pada beruang madu, ahli biologi satwa liar Wong Siew Te meluncurkan sebuah tur virtual bersama beruang madu untuk mempromosikan Bornean Sun Bear Conservation Centre (BSBCC).

 

Sejak awal pandemi, BSBCC tidak menerima pengunjung. Pusat konverservasi tersebut kemudian menawarkan serangkaian tur virtual sejak Mei 2020 untuk mengajak penonton di seluruh dunia melihat kegiatan apa saja yang dilakukan para pekerja di BSBCC sekaligus memperkenalkan beruang madu.

 

“Tur virtual selama satu jam ini memungkinkan penonton untuk mengunjungi BSBCC secara daring dan melihat beruang madu dari dekat. Saya sebagai tuan rumah akan bertugas sebagai pemandu untuk memberikan informasi seputar masalah biologi, ekologi, dan konservasi beruang madu.”

 

“Penonton juga dapat mengajukan pertanyaan kepada saya selama tur virtual berlangsung. Biayanya 40 ringgit, dan yang tertarik bisa langsung mengunjungi situs resmi kami di www.bsbcc.org.my,” kata Wong.

 

 

Meski kehilangan pengunjung fisik karena pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, Wong mengatakan mereka terus bertahan dengan mencari sumbangan dari publik agar dapat tetap beroperasi. Pihak BSBCC juga telah meminta lembaga pendanaan potensial untuk menyumbangkan dana dan mendorong masyarakat umum untuk mengambil bagian dalam program adopsi beruang madu.

 

“Tur virtual adalah pendekatan baru, tetapi tidak sepopuler yang saya harapkan. Meskipun demikian, kami melakukan yang terbaik untuk mendorong masyarakat dalam mendukung inisiatif ini,” kata Wong, seraya menambahkan bahwa BSBCC juga mempromosikan penjualan merchandise di situs web maupun Shopee dan Lazada.

 

Saat ini, Wong mengatakan BSBCC beroperasi dengan baik, dan semua beruang yang diselamatkan dirawat oleh staf yang bertugas.

 

Tahun lalu, BSBCC menyelamatkan tiga anak beruang madu yang dinamai Betung, Itam, dan Kipaku. Sebelumnya, mereka dirawat oleh warga di Ranau (Betung), Nabawan (Itam), dan Tambunan (Kipaku), sebelum diselamatkan oleh Sabah Wildlife Department dan diserahkan ke BSBCC.

 

 

“Tahun ini, kami belum menyelamatkan beruang satu pun, dan kami berharap semua beruang liar aman di hutan kami. Operasi penyelamatan beruang di masa non-pandemi dan pandemi dilakukan oleh Wildlife Rescue Unit.”

 

“Operasi masih berlangsung selama masa pandemi tanpa penundaan. Misi penyelamatan dianggap sebagai operasi penting oleh departemen satwa liar, jadi tidak ada batasan tenaga atau pergerakan,” kata Wong.

 

Saat ini BSBCC merawat 44 beruang madu yang diselamatkan dari alam liar, termasuk seekor anak beruang betina yang baru lahir bernama Luna.

 

Sementara itu, Badan Pariwisata Sabah dalam rangkaian Enchanting Sabah Live akan menampilkan berbagai atraksi wisata di sekitar Sabah dan sesi webinar setiap Selasa melalui platform media sosial mereka, @sabahtourism. Di siaran pertamanya yang dijadwalkan berlangsung 13 Juli pukul 09:00 WIB, atraksi yang ditampilkan adalah  BSBCC.