TOP

Gelombang Baru Corona Menyerang Asia, Vietnam Tunda Pembukaan Perjalanan

Vietnam menunda pembukaan wilayahnya untuk turis mancanegara karena gelombang baru corona yang tengah melanda Asia. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah negara melaporkan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 yang signifikan setelah kurvanya sempat melandai.

 

India, misalnya, kini mencatatkan kasus 300.000 sampai 400.000 per harinya. Jumlah ini melonjak jauh dari yang sebelumnya “hanya” 9.000-an kasus pada Januari.

 

Filipina juga melaporkan lonjakan kasus yang pesat meski kurva sempat turun. Jumlah kasus tertingginya mencapai 15.280 pada 2 April, dan setelah itu barulah kurva turun kembali, meski masih berkisar di angka 8.000 sampai 9.000 kasus baru.

 

Hal ini kemudian menimbulkan keraguan pemerintah Vietnam untuk memulai pembukaan kembali perbatasannya lewat kebijakan travel bubble. Di negara itu sendiri jumlah kasus tertingginya 110, dengan rata-rata per harinya tak pernah menembus angka 50.

 

 

Sebelumnya, Vietnam berencana untuk menerima kembali wisatawan internasional antara Juli hingga September. Fokus pembukaan wisatanya adalah pada area resor pantai dan golf di sekitar Da Nang yang populer di kalangan turis Korea Selatan sebelum pandemi.

 

Selain Da Nang, Hoi An, Quang Nam, dan beberapa daerah lain juga rencananya dibuka kembali untuk wisatawan internasional. Provinsi Kien Giang bahkan rencananya dibuka lewat travel bubble untuk menerima turis Rusia yang ingin liburan di resor-resor di Pulau Phu Quoc, dengan syarat dibatasi untuk orang-orang yang sudah divaksin Covid-19.

 

Vietnam saat ini terbilang berhasil menekan laju penyebaran virus corona dan tengah mempercepat peluncuran vaksinasi. Namun, masih ada kekhawatiran wabah di negara lain, seperti Kamboja dan Thailand, dapat mencegah pembukaan kembali perbatasan.

 

Negara ini telah menghentikan semua penerbangan komersial internasional sejak Maret 2020. Hingga saat ini, visa untuk turis asing belum diterbitkan kembali. Hanya orang asing yang diundang oleh lembaga pemerintah untuk kunjungan resmi yang dapat memasuki Vietnam.