TOP

Maskapai di Asia Pasifik Hanya Angkut 1,1 Juta Penumpang Selama Maret 2021

Association of Asia Pacific Airlines (AAPA) mencatat lalu lintas pesawat di Asia Pasifik masih lemah. Hanya 1,1 juta penumpang internasional yang terbang di kawasan itu selama Maret 2021.

 

Jumlah tersebut setara dengan 13,2 persen dari total penumpang di bulan yang sama tahun lalu, ketika perjalanan udara sudah mengalami penurunan tajam.

 

Selain jumlah penumpang yang menurun, kapasitas kursi yang tersedia pun turut berkurang, yakni rata-rata 27 persen dari volume tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena mayoritas armada penumpang komersial di Asia Pasifik masih dilarang terbang.

 

Sementara itu, faktor beban penumpang internasional turun 29,4 poin persentase menjadi rata-rata 23,8 persen pada bulan tersebut.

 

 

Walaupun sektor perjalanan dan pariwisata melemah, permintaan kargo udara terus meningkat berkat kepercayaan diri untuk melakukan bisnis maupun pertumbuhan e-commerce. Tak heran bila permintaan kargo udara internasional meningkat menjadi 16,1 persen di bulan Maret, yang merupakan bulan dengan kinerja terbaik sejak Desember 2019.

 

“Dimulainya perjalanan baru-baru ini antara Australia dan Selandia Baru tentunya merupakan langkah yang disambut baik. Selain itu, perjalanan bebas karantina antara Singapura dan Hong Kong, yang rencananya dilakukan pada akhir Mei, memberikan harapan untuk memulai kembali perjalanan udara internasional secara bertahap tahun ini,” kata Direktur Jenderal AAPA Subhas Menon.

 

“Dari catatan ini, sudah jelas kalau kita perlu belajar hidup dengan Covid-19. Pemerintah di seluruh dunia harus segera menerapkan langkah-langkah penting agar bisa membuka kembali perjalanan udara dengan aman. Hal ini  termasuk digitalisasi sertifikat kesehatan perjalanan, serta penerapan tindakan perjalanan tanpa kontak dan mulus sesuai dengan pedoman ICAO dan WHO,” imbuhnya.